Proyek Kantor Agama Pangkalpinang Terindikasi Korupsi

Pangkalpinang- maraspost.com Pembangunan Rehab Gedung Kantor Kementrian Agama Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yang berlokasi Di Jalan RasaKunda Bukit Intan Terkesan KKN, antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Pihak Kontraktor, Rabu (19/ 11/2025)

Hasil Investigasi Maraspost.com lokasi pembangunan diduga ade rencana yang berpotensi yang merugikan keuangan negara.

Hal ini dapat dilihat dari awal persyaratan proses tender antara lain:

Tidak ditemukannya peralatan utama 1.berupa lift Cor Beton 1 unit
2. Excavator mini kapasitas 0.3 m3
3.Dump truck 4 sampai m3

4. 2 unit
Baby roller 1 Ton 1 unit

padahal alat -alat tersebut merupakan alat utama untuk keluar sebagai pemenang tender, mengingat salah satu yang mengikuti peserta lelang digugurkan oleh karena tidak dapat menyediakan alat tersebut padahal penwarannya jauh lebih rendah dari HPS yaitu Rp.1.247.980.280,16, sementara yang keluar sebagai pemenang yaitu CV. Construction Line Mandiri dengan harga negosiasi Rp.1.491.014.889,93 sementara hasil perkiraan sendiri Rl. 1,5.M artinya hanya selisih sekitar 9 juta.

Duga- duga hasil temuan media Maraspost.com hampir seluruh para pekerja tidak menggunakan K3( APD) seperti helm ,sepatu boot ,safety belt dalam pekerjaan proyek, seolah- olah tanpa diawasi oleh pihak PPTK ataupun pemborong untuk melindungi para pekerja,jelas itu mengangkangi Peraturan Pemerintah No: 14 tahun 2021 atas perubahan Peraturan Pemerintah No: 22 tahun 2020 tentang Peraturan Pemerintah UU No: 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi dalam Permen PUPR No: 10 tahun 2021 hal pedoman sistem manajemen keselamatan konstruksi.

Salah satu LSM di Babel mengungkapkan didinas ini sering terjadi permainan Mafia Proyek dan acap kali ini terlihat dengan banyak pelaku- pelaku korupsi yang dijebloskan dalam penjara seperti peristiwa Gedung Asrama haji beberapa yang lalu juga pembuatan Masjid transit haji yang diproses oleh kejaksaan tinggi Babel, “ ungkapnya.

Dalam proses tender proyek yang satu ini jelas adanya permainan kongkalikong yang proyeknya seolah- olah dikondisikan, disamping itu menurut sumber pengerjaan proyek ini kemungkinan diprediksi tidak tepat waktu dalam pengerjaan kendati pon proyek ini selesai, tidak akan bertahan lama dari segi kualitas maupun kuantitas mengingat dikerjakan dengan tergesa- gesa dan Cuaca curah hujan yang sangat tinggi menurut sumber.

Salah seorang pekerja mengakui pengerjaan proyek ini seluruhnya dilaksanakan secara manual seperti,beberapa alat utama dalam proyek tidak disediakan.

Saat dimintai keterangan pejabat pembuat komitmen ( PPK) Teguh Agung Nugroho mengakui pekerjaan ini dilakukan secara manual dan dia menyebutkan mohon jangan diberitakan, “ nanti kami komunikasikan ,” jawannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *